Tampilkan postingan dengan label alas roban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alas roban. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Juli 2017

Twitter Batang.Org



Tweets di atas khusus ekslusif hanya mengenai Kabupaten Batang, tidak ada topik lain. Scroll ke bawah untuk tweets lainnya.

Pinterest Foto-foto Batang



Visit Batang's profile on Pinterest.



Jumat, 10 Februari 2012

Hutan di Subah: Dahulu dan Sekarang



Dua foto di atas adalah perbandingan antara foto hutan jati Subah tahun 2005 dan foto 'Soebah' tahun 1948. Sepertinya pohon jatinya masih serupa, tapi entah luas areanya, apakah juga masih sama atau sudah jauh berkurang.

Dugaan saya di Subah pada zaman itu masih bisa ditemui banyak binatang liar, terutama monyet yang bergelantungan. Sayang tidak ada yang memotret satwanya waktu itu ya, mungkin karena para 'meneer kolonial' lebih tertarik dengan kayunya untuk diangkut ke 'negoro londo'.

Pada tahun 1990-an saya masih bisa menyaksikan sisa-sisa komunitas monyet itu di pinggir jalan pantura. Mungkin sekarang sudah sangat jarang, bisa jadi karena ditangkap para pemburu. Monyet memiliki nilai ekonomis untuk piaraan pribadi para kolektor yang tidak memahami bahwa hobinya bisa mengancam kelestarian hewan itu. Monyet juga laku untuk bisnis pertunjukan 'ronggeng kethek' alias topeng monyet yang banyak dikecam aktivis pecinta binatang.

Semoga warga Batang sebagai pewaris Alas Roban yang legendaris itu mampu menjaga hutan dan satwa yang masih tersisa. Jangan sampai nanti hanya tinggal demit dan memedinya.

Sumber foto:
Foto 2005 koleksi saya sendiri.

Senin, 14 November 2011

Alas Roban Tak Angker Lagi

Harus diakui bahwa Alas Roban jauh lebih terkenal daripada Batang. Nama hutan ini banyak muncul di hikayat-hikayat zaman dulu sebagai sebuah rimba angker yang ditakuti.

Konon Alas Roban sudah tidak angker lagi. Berikut adalah tautan artikel di Harian Suara Merdeka yang membahas pudarnya kesan angker Alas Roban:

http://www.suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailberitacetak&id_beritacetak=166247

Foto Alas Roban Dulu dan Sekarang

Baca juga artikel di Suara Merdeka tentang kawasan Alas Roban yang ditulis oleh salah seorang anggota Komunitas Pena Batang, Kawe Shamudra


Jumat, 21 Oktober 2011

Jalur Pantura Kabupaten Batang








Lihat: Subah Tempo Doeloe


Kabupaten Batang dilewati oleh jalur utama pantura yang memanjang dari batas kota dekat Terminal Pekalongan baru ke Kecamatan Gringsing dekat Weleri, Kendal menembus Alas Roban. Lama tempuhnya sekitar satu jam dengan jalan naik-turun dan berkelak-kelok.

Jalan ini merupakan bagian dari jalan Anyer-Panarukan yang dahulu dibangun oleh Gubernur Jenderal Deandels pada masa Pemerintah Hindia Belanda melalui program kerja paksa (rodi). Jalan ini sekarang telah mengalami banyak perbaikan dan pelebaran oleh Pemerintah RI.

Jalan di bagian kota Batang dinamai Jalan Jenderal Sudirman dan kadang-kadang masyarakat setempat menyebutnya sebagai 'Nggili Gedhe'. Di jalan ini terdapat banyak toko dan menjadi pusat kegiatan ekonomi.

Jalan setelah keluar kota Batang masuk menjadi wilayah Kecamatan Kandeman (baru), Kecamatan Tulis, Kecamatan Subah, Kecamatan Banyu Putih (baru) dan Kecamatan Gringsing. Di kedua sisi jalan terdapat banyak restoran persinggahan, beberapa pabrik tekstil dan sisa-sisa lahan hutan jati Alas Roban yang terkenal yang dikelola oleh Perhutani.

Di daerah antara Banyuputih dan Gringsing (daerah Plelen) terdapat jalur kelak-kelok dan naik turun ekstrim yang rawan kecelakaan . Dengan dibangunnya jalur pintas sekitar akhir tahun 1980-an, kendaraan kecil bisa menghindari jalur tersebut.



Testimoni pengguna jalur Pantura Batang

Sebagian masyarakat sekitar menggantungkan ekonominya pada lalu lalang kendaraan yang singgah dalam perjalananan Pekalongan-Semarang atau sebaliknya. Mereka membuka restoran, warung dan tempat persinggahan atau berjualan makanan secara asongan.

Dengan adanya rencana pembangunan jalur jalan tol Batang-Semarang, terdapat kemungkinan peran jalan ini akan berkurang di masa mendatang. Semoga hal itu tidak berarti berkurangnya juga kegiatan ekonomi masyarakat di sepanjang jalan pantura ini.

Diposkan dari Riyadh, Arab Saudi
Fri, Oct 21, 2011

Sent from my BlackBerry® smartphone from Saudi telecom


Kunjungi Foto-foto Subah di Pinterest.




Jumat, 23 September 2011

Kabupaten Batang: Nama dan Lokasi

Batang, kabupaten tempat kelahiranku ini jarang dikenal orang, tahunya Alas Roban saja. Entah mengapa nama Alas Roban begitu populer, mungkin karena ada kisah heroik zaman VOC dulu ketika Sultan Agung Mataram menyerang Batavia dengan tokoh Tumenggung Bahurekso yang sangat disegani di daerah Kendal, Batang terus ke barat hingga sekitar Tegal.

Batang sebagai sebuah kota kecil yang letaknya terlalu dekat dengan kota yang lebih besar, yaitu Pekalongan, menjadi kurang familiar di telinga orang yang tidak pernah mengunjungi atau melewatinya. Bagi para pemudik Batang cukup dikenal karena merupakan tempat persinggahan dan mereka sering menyebut beberapa rumah makan langganan mereka.

Kata 'Batang' juga sangat umum karena dikenal juga di kosakata bahasa Indonesia meski dengan maksud berbeda. Hal ini menyulitkan pencarian karena berarti nama ini tidak bisa efektif digunakan sebagai kata kunci mesin pencari di internet. Kata kunci yang efektif untuk mencari informasi tentang kabupaten ini di internet adalah 'kabupaten batang' atau 'kab batang'.

Dari hasil pencarian saya beberapa tahun lalu, ditemukan beberapa titik di planet ini yang dinamai Batang, 15 di Filipina, 4 di daratan Cina, 2 di Vietnam (Ba-Tang), dan 2 di Indonesia (di Jawa dan di Sulawesi). Belum lagi nama-nama daerah yang mengandung kata Batang seperti Batang Ai atau Batanghari.

Batang kabupaten kita terletak di koordinat 6°51'46"- 7°11'47" garis Lintang Selatan dan 109°40'19"-110°03'06" garis Bujur Timur. Foto udaranya bisa dilihat secara jelas di Google Earth/Map.

Sent from my BlackBerry® smartphone

Kata Kunci

alas roban (5) alun-alun (6) bahasa (3) bahurekso (1) bandar (2) batang (161) batang.org (6) batik (5) bawang (1) bioskop (1) blado (2) blog (2) buka puasa (1) bupati (2) central java (1) darul ulum (1) dayung (1) dialek (3) dracik (1) facebook (4) festival (1) forum (2) foto (8) hotel (1) info (1) jalan (1) java (1) jawa (3) kabupaten (101) kadilangu (1) kalisalak (1) kampung (1) kampus (1) kantor (2) kauman (1) kecamatan (5) kedungdowo (1) kegiatan (1) kehidupan (1) kenangan (2) kereta api (3) khas (2) kliwonan (7) komunitas (2) kota (18) kramat (2) ktp (1) kuliner (9) lingkungan (2) lokasi (1) lomba (2) lumba-lumba (3) madrasah (1) maghribi (1) makam (2) makanan (3) map (2) masjid (1) mbangun (2) mbatang (1) megono (3) melati (1) metal (2) mustika (1) nelayan (3) pagilaran (3) pahlawan (1) pantai (10) pantura (4) pasar (2) pawai (2) pekalongan (7) pemandian (1) perkebunan (1) pesanggrahan (1) peta (2) petilasan (1) radio (2) ramadhan (2) rel (1) resmi (1) rspd (2) rumah (1) sambong (2) search (1) sego (2) sejarah (5) sekolah arab (1) semarang (2) sendang sari (1) senggol (1) sigandu (5) situs (4) srikandi (1) sungai (2) taman (1) teh (1) terminal pekalongan (1) tersono (1) thr (1) tol (2) tulis (2) twitter (3) ujungnegoro (6) website (4) wikipedia (1) wilayah (2) wisata (10) wonobodro (1) wonotunggal (2)