Selasa, 07 Februari 2012

Boso mBatang; Kosakata dan Arti (Tambahan)


Setelah saya perhatikan lebih mendalam percakapan sehari-hari orang Batang dan menghimpunnya dalam beberapa entri, ternyata masih banyak kosakata yang belum masuk! Bahasa pesisiran Jawa Tengah ternyata memang kaya.

Berikut tambahan kosa kata tersebut: (Mohon maaf kali ini tidak saya sertakan contoh konteks penggunaan kalimatnya karena ternyata perlu waktu khusus untuk itu, kecuali untuk kata tertentu)

Entri 25 Mei 2016

Nggromet: bicara sendiri (karena gangguan jiwa)

Cepel: kulit lengket karena keringatan


Entri 27 Juni 2013


Nggawag: ngawur

Kober: sempat, masih menyempatkan diri, kober-kobere: masih sempat aja

Kiyeng: semangat, rajin dalam mengerjakan sesuatu.

Sabun benyek: sabun colek, kata 'benyek' sendiri berarti lunak bernuansa cair atau krim

Nleweng: lengah, tidak hati-hati

 Entri 22 Maret 2013

Groboh: suka mencari-cari sesuatu di tempat penyimpanan yang bukan miliknya.

Kecol: kidal, kede

Mbedhegel: dongkol

Bloboh: dermawan

Semrinthil: gesit berlarian, biasanya untuk anak-anak

Kethip: tinggi sekali di udara


Entri 5 November 2011:

Krawiten: dubur gatal, biasanya karena cacingan

Ndolor, ra ndolor: mikir, nggak mikir, konotasi kasar

Ngeweng: nakal, istilah lain mbedut, tambeng

Ngenthorit: lari terbirit-birit

Njempling-njempling: teriak mengaduh kesakitan

si Nang, Lop, Le: panggilan untuk anak laki-laki

Si Nok: seperti "Nduk": panggilan untuk anak perempuan



Entri sebelumnya:

Ngethuprus: berbicara banyak (penuh omong kosong)

Ndobol: berbohong, membual (makna kiasan), makna harfiah: buang air besar. Mirip ungkapan kasar bahasa Inggris "talking sh#t".

Mbedut atau tambeng: nakal (untuk anak kecil)

Jaburan: makanan kecil/jajan yang dibagikan setelah acara

Ngiwi-iwi: menunjukkan gigi bawah dan digerakkan kiri-kanan dengan ekspresi mengejek.

Mèmèt: mencari kekayaan/pesugihan dengan bantuan makhluk halus atau dukun.

Ceplik: lampu teplok (lampu minyak)

Gembèng: malas

Nginthil: mengikuti dari belakang, ikut serta

Gèl: keterlaluan

Kasap: permukaan yang tidak halus bila diraba.

Jambal, dijambal: digado, lauk yang dimakan tanpa nasi.

Ngucali: versi halus Batang untuk 'madosi' mencari (catatan: saya dulu pernah ditertawakan guru bahasa daerah saya karena memakai kata ini)

Kawur: terbawa angin

Pak ora: biar saja, biarin

Priyé: piyé, gimana

Po'ung: ketela pohon (pohung)

Ambeng-ambeng: kenduri, acara walimah atau selamatan

Wantah: air putih (biasanya bersuhu normal, hangat atau dingin)

Blakin: aspal

Teles kebes: basah kuyup, klebus

Ngèkrèk: tertawa terkekeh-kekeh (biasanya untuk bayi)

Mencoro (mata): mata terbuka lebar karena tidak ngantuk

Mbuhopo: mungkin, kali (ngimpi mbuhopo: mimpi kali)

Co'e: mungkin

Selot: makin, (selot suwi, makin lama)

Cèmèt: makian plesetan untuk memperhalus makian kasar setempat yang berarti babi hutan

Gabul: berlumuran, belepotan, gupak

Bonjrot: mencret

Ilok, iloke: seyogyanya. ora ilok: tabu, dilarang

Thukmis: mudah jatuh cinta/ suka bermain asmara

Yakin po'o: beneran deh

Tlepong: kotoran binatang (kerbau, sapi) Jw Solo-Jogja: tléthong

Tembelèk: kotoran unggas (ayam, bebek) Jw Solo-Jogja: telèk

Mrekatak: rambut yang kasar teksturnya.

Seprèngan: lompat tali

Glindhing: dokar atau delman

Gigu: geli campur takut ketika melihat benda seperti ular atau ulat

Mumut: diurap/dicampur secara detail dan merata.

Ndlurung: jalan bebas menurun (Jw Solo-Jogja: ndronjong)

Ngedros: bersikeras agak memaksa untuk melakukan sesuatu.

Gagian: ayo lebih cepat

Lading: pisau

Kempol: paha

Giro, digiro: dipaksa untuk buru-buru

Rikat: cepat

Pating croet: berisik

Gobres: sekitar mulut belepotan makanan

Nutul petis: melihat dari jarak sangat dekat

Goje'an: cekelan, pegangan

Gompel: patah cacat (benda keras)

Jengklek: berjalan dengan satu kaki


Kogel: sedang berbaik hati ingin memberi sesuatu

Nel-nelan: nakal, banyak tingkah

Ora petho: tidak karuan

Ora kalap: parah dan sulit diperbaiki

Ledo, diledo: goda, digoda dalam konteks bercanda (inggris: teasing)

Mbis-mbis: ekspresi wajah siap menangis (bahasa Jakarta :"jebe-jebe")

Nggalbo, ora nggalbo: menyadari, tidak menyadari

Keron: khawatir


Jika nanti ternyata saya nemu lagi kosakata baru, akan saya tambahkan di artikel ini.


3 komentar:

Anonim mengatakan...

sampean kober'e, nyilikidiki bhs ngene, ???

G-C mengatakan...

tambah kosakata maneh siji dek sampean, 'kober'. kesuwun mas/mbak

bosone dhewe kudu ono sing nyatet ra ho, mengko nek boso coro mbatang jebul suwi-suwi ilang ben tetep ono catetane.

Yoyok mengatakan...

Misuwur...

Kata Kunci

alas roban (5) alun-alun (6) bahasa (3) bahurekso (1) bandar (2) batang (161) batang.org (6) batik (5) bawang (1) bioskop (1) blado (2) blog (2) buka puasa (1) bupati (2) central java (1) darul ulum (1) dayung (1) dialek (3) dracik (1) facebook (4) festival (1) forum (2) foto (8) hotel (1) info (1) jalan (1) java (1) jawa (3) kabupaten (101) kadilangu (1) kalisalak (1) kampung (1) kampus (1) kantor (2) kauman (1) kecamatan (5) kedungdowo (1) kegiatan (1) kehidupan (1) kenangan (2) kereta api (3) khas (2) kliwonan (7) komunitas (2) kota (18) kramat (2) ktp (1) kuliner (9) lingkungan (2) lokasi (1) lomba (2) lumba-lumba (3) madrasah (1) maghribi (1) makam (2) makanan (3) map (2) masjid (1) mbangun (2) mbatang (1) megono (3) melati (1) metal (2) mustika (1) nelayan (3) pagilaran (3) pahlawan (1) pantai (10) pantura (4) pasar (2) pawai (2) pekalongan (7) pemandian (1) perkebunan (1) pesanggrahan (1) peta (2) petilasan (1) radio (2) ramadhan (2) rel (1) resmi (1) rspd (2) rumah (1) sambong (2) search (1) sego (2) sejarah (5) sekolah arab (1) semarang (2) sendang sari (1) senggol (1) sigandu (5) situs (4) srikandi (1) sungai (2) taman (1) teh (1) terminal pekalongan (1) tersono (1) thr (1) tol (2) tulis (2) twitter (3) ujungnegoro (6) website (4) wikipedia (1) wilayah (2) wisata (10) wonobodro (1) wonotunggal (2)