Saya sendiri pernah ke tiga tempat itu dan jadi bingung mana versi yang benar, mungkin perlu ada verifikasi ahli sejarah sehingga masyarakat tidak salah persepsi.
Terlepas dari benar tidaknya klaim 'makam' itu. Adanya kedua petilasan itu berarti menunjukkan bahwa agama Islam sudah hadir dalam kehidupan masyarakat Batang lebih dari 500 tahun lalu.
Tampak di foto gapura kompleks makam yang berada di Ujungnegoro dan Wonobodro.
Untuk keterangan mengenai Syeh Maulana Maghribi lihat link berikut:
http://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Gresik
Posted from Bogor
Sun, Oct 30, 2011
7 comments:
bukan petilasan om,,masa org yang mau ngaji bcanya ila khadroti petilasan,,hehe ....wnbdro n tulis tu sama2 maghrobi,,tp cuma sama persatuannya,,orangnya ya jelas beda :)
setuju, nama syekh maulana maghribi dipakai untuk persatuan dakwah waktu itu,, masing-masing anggota dakwah punya nama asli. Jadi, kedua makam itu adalah asli bukan petilasan, sebagai informasi di Ujungnegoro nama asli tokohnya adalah syarifah fatimah sebagaimana keterangan ahli sejarah "hadratus syekh al habib maulana lutfi bin ali bin yahya. Untuk makam di Wonobodro saat ini masih saya teliti sejarahnya. Mohon do'a, mudah-mudahan bermanfaat.
Terima kasih untuk masukan-masukannya (Mas Fauzan dan Mas Kholifudin), saya memang berharap akan ada riset yang lebih akurat mengenai sejarah Batang termasuk riwayat kedua makam itu. Semoga riset Mas M. Fauzan lancar dan sukses.
klo yang saya pernah dengar bahwa Syech Maulana Maghribi itu adalah gelar ulama yang berasal dari daerah maghribi di maroko sana, jadi memang ada beberapa orangnya, seperti halnya Sunan Giri yang merupakan gelar di Giri Kedaton sana.
Terima kasih untuk komentar-komentarnya. Tempat-tempat ini kelihatannya sangat populer di kalangan masyarakat karena berdasarkan statistik website saya halaman ini paling banyak dibaca.
masalah makamnya syech maulana maghribi biar lebih jelas para neter silahkan buka gogelnya habib lutfi disitu ada keterangannya jadi tidak salah persepsi
Post a Comment